Selasa, 15 September 2026

Identifikasi Karakteristik Fisika dan Kimia Limbah Cair Sederhana

 

Identifikasi Karakteristik Fisika dan Kimia Limbah Cair Sederhana

TUJUAN:

Mengidentifikasi karakteristik fisika beberapa sampel limbah cair berdasarkan warna, bau, keberadaan endapan, dan tingkat kekeruhan.

 

PROSEDUR PRAKTIKUM:

A.    Persiapan

  1. Kenakan APD sesuai prosedur keselamatan kerja.
  2. Siapkan lima gelas beker dan beri label sesuai nama sampel.
  3. Tuangkan masing-masing sampel sebanyak ±100 mL ke dalam gelas beker yang telah diberi label.

 

B.   Pengamatan Warna

  1. Amati warna setiap sampel di bawah pencahayaan yang cukup.
  2. Bandingkan warna sampel dengan air keran sebagai kontrol.
  3. Catat hasil pengamatan.

 

C.   Pengamatan Bau

  1. Dekatkan wadah sampel pada jarak yang aman.
  2. Lakukan teknik wafting dengan mengipaskan udara dari arah sampel ke arah hidung menggunakan tangan.
  3. Identifikasi bau setiap sampel (tidak berbau, sedikit berbau, atau berbau menyengat).
  4. Catat hasil pengamatan.

 

D.   Pengamatan Endapan

  1. Diamkan setiap sampel selama ±5 menit.
  2. Amati apakah terdapat endapan pada dasar wadah.
  3. Catat keberadaan endapan (tidak ada, sedikit, atau banyak).

 

E.    Pengamatan Kekeruhan

  1. Letakkan selembar kertas putih yang diberi tanda atau tulisan di bawah gelas beker.
  2. Amati apakah tanda pada kertas masih terlihat melalui sampel.
  3. Kelompokkan tingkat kekeruhan menjadi:
    • jernih,
    • agak keruh, atau
    • keruh.
  4. Catat hasil pengamatan.

 

F.    Pengujian Kimia Sederhana (pH)

  1. Ambil satu lembar kertas indikator universal.
  2. Celupkan ujung kertas indikator ke dalam sampel selama 1–2 detik.
  3. Angkat dan tunggu hingga warna indikator stabil.
  4. Bandingkan warna yang terbentuk dengan skala warna pada kemasan indikator.
  5. Catat nilai pH masing-masing sampel.
  6. Ulangi langkah tersebut untuk seluruh sampel menggunakan kertas indikator yang baru.

 

G.   Pengukuran Total Dissolved Solids (TDS)

  1. Pastikan TDS meter dalam keadaan bersih dan siap digunakan.
  2. Bilas elektroda TDS meter menggunakan akuades, kemudian keringkan dengan tisu tanpa menggosok sensor.
  3. Celupkan elektroda TDS meter ke dalam sampel hingga batas yang dianjurkan oleh alat.
  4. Tunggu hingga angka pada layar stabil.
  5. Catat hasil pengukuran dalam satuan ppm (mg/L).
  6. Bilas kembali elektroda menggunakan akuades sebelum digunakan pada sampel berikutnya.

 

Hal yang perlu diperhatikan saat praktikum:

pH meter



TDS meter



Apa prosedur ini cukup jelas untuk kamu?

Tulis pertanyaan yang belum kamu pahami,  atau pengalamanmu memahami prosedur ini di kolom komentar yaa...


 

2 komentar:

  Pembuatan Filter Air Sederhana Menggunakan Media Filtrasi Berlapis   TUJUAN: Merancang dan membuat alat filter air sederhana mengg...