Identifikasi
Karakteristik Fisika dan Kimia Limbah Cair Sederhana
TUJUAN:
Mengidentifikasi
karakteristik fisika beberapa sampel limbah cair berdasarkan warna, bau,
keberadaan endapan, dan tingkat kekeruhan.
PROSEDUR
PRAKTIKUM:
A.
Persiapan
- Kenakan APD sesuai prosedur keselamatan
kerja.
- Siapkan lima gelas beker dan beri label
sesuai nama sampel.
- Tuangkan masing-masing sampel sebanyak
±100 mL ke dalam gelas beker yang telah diberi label.
B. Pengamatan Warna
- Amati warna setiap sampel di bawah
pencahayaan yang cukup.
- Bandingkan warna sampel dengan air keran
sebagai kontrol.
- Catat hasil pengamatan.
C. Pengamatan Bau
- Dekatkan wadah sampel pada jarak yang
aman.
- Lakukan teknik wafting dengan mengipaskan
udara dari arah sampel ke arah hidung menggunakan tangan.
- Identifikasi bau setiap sampel (tidak
berbau, sedikit berbau, atau berbau menyengat).
- Catat hasil pengamatan.
D. Pengamatan Endapan
- Diamkan setiap sampel selama ±5 menit.
- Amati apakah terdapat endapan pada dasar
wadah.
- Catat keberadaan endapan (tidak ada,
sedikit, atau banyak).
E. Pengamatan Kekeruhan
- Letakkan selembar kertas putih yang
diberi tanda atau tulisan di bawah gelas beker.
- Amati apakah tanda pada kertas masih
terlihat melalui sampel.
- Kelompokkan tingkat kekeruhan menjadi:
- jernih,
- agak keruh, atau
- keruh.
- Catat hasil pengamatan.
F. Pengujian Kimia Sederhana (pH)
- Ambil satu lembar kertas indikator
universal.
- Celupkan ujung kertas indikator ke dalam
sampel selama 1–2 detik.
- Angkat dan tunggu hingga warna indikator
stabil.
- Bandingkan warna yang terbentuk dengan
skala warna pada kemasan indikator.
- Catat nilai pH masing-masing sampel.
- Ulangi langkah tersebut untuk seluruh
sampel menggunakan kertas indikator yang baru.
G. Pengukuran Total Dissolved Solids
(TDS)
- Pastikan TDS meter dalam keadaan bersih
dan siap digunakan.
- Bilas elektroda TDS meter menggunakan
akuades, kemudian keringkan dengan tisu tanpa menggosok sensor.
- Celupkan elektroda TDS meter ke dalam
sampel hingga batas yang dianjurkan oleh alat.
- Tunggu hingga angka pada layar stabil.
- Catat hasil pengukuran dalam satuan ppm
(mg/L).
- Bilas kembali elektroda menggunakan
akuades sebelum digunakan pada sampel berikutnya.
Hal yang
perlu diperhatikan saat praktikum:
Apa prosedur ini cukup jelas untuk kamu?
Tulis pertanyaan yang belum kamu pahami, atau pengalamanmu memahami prosedur ini di kolom komentar yaa...
Oke
BalasHapusBu, indikator universal nya bisa diganti sama pH meter kah Bu?
BalasHapus