Selasa, 04 Agustus 2020

Pengambilan sampel padat

Mengambil  sampel bahan  padatan,     bahan  cairan  dan  semi  padat mencakup beberapa  subkompetensi sebagai berikut:

A.      Menyiapkan Sampel Uji

Untuk  kompetensi  ini  meliputi  kemampuan  untuk  mengambil  dan  mengirim sampel  sesuai  dengan  prosedur  perusahaan  yang  didesain  untuk    menjamin bahwa hasil pengujian   selanjutnya  mencerminkan  produk yang ada pada saat diambil    sampelnya.    Personil    yang    membawa    (tran sport)    sampel    tidak bertanggung  jawab  terhadap  pengambilan  sampel  (sampling)  dan  pengujian contoh. Unit ini tidak mencakup penanganan dan pengangkutan hewan hidup.

1.    Memiliki kesiapan untuk mengambil sampel.

1.1  Urutan pengambilan dikonfirmasikan dengan supervisor.

1.2  Kendaraan dan sarana transportasi diperiksa dan dipastikan dapat berfungsi dengan baik.

1.3  Wadah-wadah (kontainer) untuk mengangkat sampel atau bahan- bahan yang dipergunakan telah diperiksa dan ada dalam kendaraan.

2.    Mengambil sampel.

2.1  Jumlah dan keadaan (sifat-sifat) sampel yang akan diambil dikonfirmasi pada saat tiba ditempat tujuan.

2.2  Sampel dijamin sesuai dengan kertas kerja (dokumen sampel).

2.3  Persyaratan perusahaan dalam transportasi biologis diperhatikan dan digunakan.

2.4  Personil laboratorium diingatkan terhadap perlakuan-perlakuan khusus yang diperlukan seperti tercantum dalam dokumen laboratorium.

2.5  Dokumen-dokumen yang diperlukan pada titik pengambilan dilengkapi.

2.6  Sampel disimpan pada suhu yang diperlukan menggunakan wadah pengangkutan yang khusus.

3.    Mengangkut atau mengirim sampel.

3.1  Kendaraan dibawa dengan cara hati-hati sepanjang perjalanan.

3.2  Keadaan sampel diperiksa selama pengangkutan jika diperlukan, menghindari penanganan yang tidak perlu.

3.3  Sampel dikirim ketempat penerimaan sesuai dengan prosedur perusahaan.

3.4  Kerahasiaan semua informasi dijaga.

3.5  Kumpahan atau ceceran sampel atau produk dibersihkan dengan cara yang sesuai untuk melindungi karyawan, tempat kerja dan lingkungan.

3.6  Gangguan perjalanan yang ada dilaporkan pada supervisor

4.       Memelihara peralatan sampling

4.1  Kendaraan dipelihara sesuai dengan prosedur perusahaan.

4.2    Kondisi wadah (kontainer) dan sarana transportasi dipelihara untuk menjamin selalu dapat digunakan dalam kondisi yang baik.

4.3    Stok peralatan pengumpulan sampel dilengkapi

 

 

B.      Mendapatkan Sampel yang Mewakili Lot atau Populasi

Unit kompetensi ini  meliputi kemampuan untuk mendapatkan sejumlah sampel yang  mewakili  populasi  (lot  atau  batch)  dan  kondisi  sampel  tersebut  dalam keadaan sesuai untuk pengujian atau pengolahan lebih lanjut.

1.   Melakukan  persiapan pengambilan sampel (sampling).

1.1  Instruksi dari sampling plan yang sesuai, prosedur keamanan dan prosedur pelaporan didapatkan dan dikonfirmasi.

1.2  Perlengkapan sampling dan kondisi untuk memelihara keadaan sampel selama pengumpulan, penyimpanan dan transit telah dipilih.

1.3  Perlengkapan tersebut dijamin dapat bekerja dengan baik.

1.4  Prosedur dan frekuensi pengambilan contoh (sampling) sesuai dengan persyaratan perusahaan dan/atau standar-standar yang relevan telah dikonfirmasi.

 

2.   Mendapatkan sampel.

2.1  Bahan diperiksa dan dipastikan bahwa bahan tersebut sesuai untuk diambil sampelnya.

2.2  Hasil pengamatan yang tidak biasa yang terjadi selama pengambilan sampel dikenali dan dilaporkan.

2.3  Sampel dikumpulkan dan dipastikan bahwa jenis sampel, lokasi sampling dan waktu sampling sesuai dengan rencana pengambilan sampel (sampling plan).

2.4  Semua informasi dicatat dan dapat ditelusur

2.5  Integritas sampel dijaga dan sumber sampelnya (populasi) selama

3.     Menyiapkan sampel untuk pengujian.

3.1    Sub sampel disiapkan untuk menjamin bahwa sampel mewakili populasi.

3.2    Prosedur keamanan diikuti untuk membatasi bahaya atau kontaminasi ke lemari/rak, tempat kerja dan lingkungan.

3.3    Sampel disiapkan untuk diangkut (ditransportasi) dan disesuaikan dengan perizinan pengangkutan bahan berbahaya (jika disyaratkan).

 

4.     Menyimpan back up (arsip) sampel

4.1    Sub sampel disimpan sebagai arsip atau back up sampel.

4.2    Label diberikan pada sub sampel dan dicatat untuk menjaga rantai ketertelusurannya

5.     Membuang sampel yang tidak terpakai dan sampel sisa.

5.1  Sampel yang tidak terpakai dan sampel sisa dibuang sesuai dengan prosedur perusahaan.

5.2  Peralatan, wadah dan tempat kerja dibersihkan sesuai dengan prosedur perusahaan.

 

Silahkan absen di kolom komentar:

Nama/kelas/absen/P3

 

Kemudian isilah link GForm yang telah diberikan.


Selasa, 28 Juli 2020

Pewarnaan Sederhana dan Pewarnaan Gram


Pewarnaan Sederhana dan Pewarnaan Gram
Pada materi minggu lalu telah dipelajari pengerian pewarnaan sampa jenis/ metode pewarnaan. Nah, kali ini akan dipaparkan khusus mengenai pewarnaan sedernana dan pewarnaan gram. Dipelajari yaa J

A.    Pewarnaan Sederhana
Pewarnaan  sederhana  adalah jenis/ cara  pewarnaan  yang  paling  banyak  digunakan selama ini. Hal tersebut dikarenakan pewarnaan sederhana hanya menggunakan satu jenis zat warna untuk mewarnai organisme, yaitu metilen biru, kristal violet, dan karbol fuksin yang mana pewarnaan  sederhana  ini dibagi lagi menjadi  dua jenis pewarnaan. Pewarnaan sederhna banyak dilakukan karena bakteri mudah bereaksi dengan pewarnaan-pewarnaan sederhana tersebut. Sitoplasama pada bakteri bersifat  basofilik  (suka  dengan  basa) sehingga zat-zat  warna yang   digunakan   untuk   pewarnaan   sederhana   umumnya   bersifat   alkolin.   Dengan pewarnaan  sederhana  dapat mengetahui  bentuk dan rangkaian  sel-sel bakteri.  Pewarnaan sederhana  ini dibagi lagi menjadi  dua jenis pewarnaan, yaitu

1.         Pewarnaan positif/ asam
Tujuan pewarnaan ini adalah untuk melihat bentuk sel dari bakteri yang diamati. Zat warna yang dipakai dalam pewarnaan positif ini adalah metilen biru dan air furksin.

2.         Pewarnaan negatif/ basa
Pewarnaan negatif atau basa adalah metode pewarnaan untuk mewarnai latar belakang sel bakterinya sehingga menjadi hitam gelap. Pada pewarnaan negatif ini mikroorganisme transparan (tembus pandang), sehingga pewarnaan ini biasanya digunakan untuk menentukan morfologi dan ukuran sel. Zat warna yang digunakan pada metode ini adalah cat nigrosin atau tinta cina.

Perhatikan tabel perbedaan antara keduanya:
Hal Pembeda
Pewarnaan Positif
Pewarnaan Negatif
Tujuan
Mengamati bentuk sel
Menentukan ukuran sel
Yang diwarnai
Sel bakteri
Latar belakang selnya
Jenis pewarna
Metilen blue dan fuksin
Cat nigrosin, tinta cina
Hasil pengamatan
Sel bakteri menjadi berarna
Sel bakteri terlihat transparan





B.     Pewarnaan Differensial/ Gram
Seperti yang telah dijelaskan pada laman: http://titikterangsains.blogspot.com/search?q=gram, pewarnan ini membedakan bakteri menjadi dua jenis, yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negatif.  Perhatikan tabel perbedaan antara keduanya:

Hal Pembeda
Bakteri garam (+)
Bakteri gram negatif(-)
Komposisi dinding sel
Kandungan lipid rendah (1-4%)
Kandungan lipid tinggi
Ketahanan terhadap penisilin
Lebih sensitif
Lebih tahan
Penghambatan oleh
pewarna basa (VK)
Lebih dihambat
Kurang dihambat
Kebutuhan nutrisi
Kebanyakan spesies relatif kompleks
Relatif sederhana
Ketahanaa terhadap perlakuan fisik
Lebih tahan
Kurang tahan

Oke, sampai disini dulu. Silahkan buat peta konsep dari keseluruhan materi yang telah Bu Amel paparkan di blog ini yaa. Silahkan dipelajari lagi. Tugasnya dikerjakan di buku khusus Analisis Mikrobiologi seperti yang telah kita sepakati sebelumnya. Selamat belajar. Semangatt J

  Pembuatan Filter Air Sederhana Menggunakan Media Filtrasi Berlapis   TUJUAN: Merancang dan membuat alat filter air sederhana mengg...